Artikel

Inovasi Bisnis, Tingkatkan Kinerja SG Finance

posted on 19 September 2016, Written by Manager PT. SG finance

Walaupun kondisi makro ekonomi nasional sedang tidak bersahabat, namun SG Finance Indonesia dapat menorehkan kinerja perusahaan dengan baik. Ada beberapa strategi yang dilakukan untuk memenangkan persaingan pasar.

Kondisi makro ekonomi nasional yang tidak menentu dalam beberapa tahun ini berdampak negatif terhadap perusahaan multifinance di tanah air. Tidak sedikit perusahaan multifinance yang terkena dampak dari tidak bersahabatnya kondisi makro ekonomi ini. Namun, ditengah kondisi makro ekonomi yang tidak menentu ini masih ada perusahaan multifinance yang dapat tumbuh denngan baik kinerja keuangannya. Perusahaan tersebut adalah Sarana Global (SG) Finance Indonesia.

Ada beberapa strategi yang dilakukan SG Finance Indonesia dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Beberapa strategi tersebut antara lain, melakukan strategi bisnis yang terdiri dari memperkuat stategi account receivable management dengan melakukan mitigasi resiko bisnis customer, melakukan penghematan biaya operasional dan meningkatkan hubungan dengan investor (perbankan), karena bisnis pembiayaan sangat  dibutuhkan sumber dana yang kompetitif untuk pembiayaan tersebut.

“Selain itu, kami juga melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), marketing, customer relation, IT System dan budaya yang sama pentingnya,” kata Direktur Utama SG Finance Indonesia, Evelyn Halim, kepada infobank, akhir Agustus lalu, di Jakarta. Dia menambahkan dukungan semua karyawan dalam menjalankan strategi tersebut merupakan kunci keberhasilan SG Finance Indonesia dalam meningkatkan kinerja perusahaan. “Tanpa dukungan semua karyawan keberhasilan ini tidak akan terwujud,” jelasnya.

Tingginya tingkat persaingan antar multifinace juga membuat SG Finance Indonesia menerapkan kiat jitu untuk memenangkan persaingan. “Dalam situasi seperti ini, ditambah banyaknya multifinance yang tumbuh membuat persaingan antar multifinance sangat ketat. Disini kami terbentur oleh fokus bisnis yang kami lakukan yaitu pembiayaan investasi dan modal kerja. Terutama di sektor perkebunan, pertambangan, kontruksi dan transportasi dengan produk seperti alat berat, otomatif dan lain sebagainya,” ujarnya.

Namun, Evelyn juga mengungkapkan bahwa ada kiat khusus untuk memenangkan persaingan, yaitu memaksimalkan marketing dan sales. Marketing dan sales akan menjadi pendukung dalam memenangkan persaingan pasar. Dalam menterjemahkan strategi diperlukan taktik dan program yang sesuai dengan kondisi industri pembiayaan. “Taktik memenangkan persaingan pasar dibutuhkan sales officer yang kuat yang memahami bisnis. Untuk itu kami telah melakukan penambahan sales officer sesuai dengan segmentasi pembiayaan. Program dalam menterjemahkan taktik dan strategi adalah program pembiayaan apa yang akan menjadi fokus serta proses kecepatan pembiayaan,” katanya.

Terkait target pembiayaan SG Finance Indonesia selama 2016, akan mencapai Rp 300 miliar. Sampai Juni 2016, telah mencapai 35% dari target tahun ini. “Karena segmen bisnis yang dibiayai  bergeser dari sektor pertambangan ke perkebunan, transportasi, dan konstruksi. Maka kami memerlukan penyesuaian diri terhadap industri bisnis yang baru kami biayai.  Kami harapkan akan lebih baik lagi di semester kedua 2016,” imbuh Evelyn.

More Stories:

News

INKLUSI KEUANGAN

31 October 2016 readmore

Share This

Sebarkan artikel ini dengan komunitas anda!