News

Serius Menulusuri Rekam Jejak Calon

posted on 09 February 2017, Written by Manager PT. SG finance

Satu tahap telah dituntaskan panitia seleksi calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2017-2022. Sebanyak 107 pelamar dinyatakan lolos seleksi tahap pertama.

Mentri Keuangan Sri Mulyani yang menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) dalam Konfrensi pers, Rabu (8/20) mengatakan sejak pendaftaran dibuka pada 18 Januari 2017, dan resmi ditutup 2 Februari 2017, terdapat 882 orang yang mendaftar secara online. Namun, hanya 174 pelamar yang menyelesaikan pendaftaran dan melengkapi persyaratan.

Sejumblah nama familiar di Industri keuangan muncul dalam daftar yang dirilis Pansel. Dari pasar modal misalnya, daftar itu diisi Abiprayadi Riyanto mantan Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Erry Firmansyah dari PT. Unilever Tbk., Hario Soeprobo dari PT. Firs State Investments Indonesia, Hoesen dari PT. Danareksa (Persero), Jurgantara Usman dari PT. Reliance Securites Tbk., dan Riki Frindos dari PT. Eastspring Investments Indonesia.

Bahkan Sejumblah Pejabat selfregulatory organization (SRO) Bursa Efek Indonesia juga ikut mendaftar dan lolos seleksi tahap 1. Sebut saja, Abraham  Bastatari PT. Kliring Penjamin Efek Indonesia, Poltak Hotradero dari PT. Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama Tito Sulistio, dan Direktur Penilian Perusahaan BEI Samsul Hidayat.

Adapun dari industry perbangkan dan nama Wimboh Santoso, Sigit Pramono, Irman A. Zahiruddin, Lucky Fatkhul Aziz Hadibrata, Ubaidillah Nugraha, dan Muhamadian Rostia. Baris Incumbent Dewan Komisioner (DK) OJK yang lolos diantaranya Muliaman D. Hadad, Dumoly F. Pardede, Firdaus Djaelani, Irwan Lubis, Kusumaningtuti S. Soetiono Nelson Tampubolon, dan Nurhaida.

Sejumblah pejabat Bank Indonesia juga masuk dalam daftar tersebut seperti Hendar, Tirta Segara, Dwityapoetra S. Besar, dan Untoro. Sementara itu, calon anggota DK OJK dari Industri Keuangan nonbank (IKNB) antara lain Ahmad Junaedy Ganie, Cholil Hasa, Irvan Rahhardjo, Riswinandi, Robertus Maria Bambang, Salusra Satria, Suheri, dan Ngalim Sawega.

Seleksi administrative merupakan satu dari empat tahapan seleksi yang dilakukan pansel sebelum menyerahkan 21 nama kandidat ke Presiden Joko Widodo. Setelah itu , Presiden akan kembali melakukan seleksi, dan menyerahkan 14 Nama ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dilakukan uji kelayakan  dan kepatutan sebelum memutuskan tujuh nama terpilih sebagai Anggota DK OJK. Rangkaian proses seleksi dijadwalkan berakhir pada 23 Juli 2017.

Sri Mulyani menjelaskan, sebanyak 107 orang yang dinyatakan lolos seleksi administrative, sebagai besar diantaranya mengincar posisi sebagai anggota yang membidangi edukusi dan pelindungan konsumen dengan total peminat mencapai 25 Orang.

Adapun jumlah,              peserta yang berminat untuk menempati posisi sebagai pimpinan tertinggi atau Ketua DK OJK mencapai 15 orang, jumlah peminat yang sama juga tercatat untuk posisi Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik sebanyak 15 orang.

Pelamar untuk posisi kepala eksekutif pengawas perbankan tercatat 12 orang, kepala eksekutif pengawas pasar modal 12 orang, kepala eksekutif pengawas IKNB 11 orang, dan ketua dewan audit sebanyak 12 orang. Sebanyak 29 orang berasal dari pejabat aktifdi beberapa institusi seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjaminan  Simpanan. Kemudia, sebanyak 10 kandidat berstatus sebagai pegawai pegawai negri sipil di lingkungan Kementrian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawas Kuangan dan Pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Selanjutnya, 10 orang dari akademisi, dua orang berstatus anggota Dewan perwakilam Rakyat, dan 12 0rang sisanya lain-lain. Adapun, jumlah pendaftaran yang berasil dari kalangan pelaku industry jasa keuangan seperti perbangkan, pasar modal,industry keuangan nonbank, dan profesi penunjang jumlah nya tercatat 44 orang.

Sri Mulyani menyatakan keterwakilan industri dalam kepesertaan sebagai calon anggota DK OJK cukup memadai. Menurut, berbagai kriteria  yang menjadi pertimbangan untuk meloloskan kandidat ketahapan selektif berikutnya, antara lain intergritas, rekam jejak, pengalaman, serta reputasi para kandidat.

Guna menjadi objektivitas, pansel akan meminta masukan dari masyarakat mengenai reputasi, intergritas dan rekam jejak para calon anggota. Tidak hanya masukan dari masyarakat, pansel juga akan meminta masukan dari para pemangku kepentingan terkait, khususnya pelaku industri jasa keuangan mengenai kinerja dan reputasi OJK pada periode sebelumnya.

Tidak lupa instituasi seperi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun tutur dilibatkan untuk menjamin intergritas dan rekam jejak para calon anggota.

Kinerja dan rekam jejak kepengurusan DK yang sudah berjalan sebelumnya juga dipastikan akan menjadi pertimbangan. Pasalnya, beberapa pihak yang menjabat sebagai anggota DK OJK periode  2012 -2017, kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota DK OJK 2017-2022.

“Berbagai hal itu kami lakukan untuk bisa mendapatkan anggota yang berintegritas, dan punya reputasi dan rekam jejak yang baik, karena industry ini sangat penting dan besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” Ujar Sri Mulyani.

ASPIRASI

Pengamat asuransi Herris B. Simanjutak berharap agar kandidat yang terpilih nantinya bisa lebih mewakili aspirasi para pelaku industry. Dia mendorong agar perestasi dan capaian kandidat-kandidat incumbent yang kembali maju mencalonkan untuk dievaluasi dengan baik oleh pansel

“Terus  terang saya agak kwatir kalua incumbent lagi yang terpilih, karena yang lalu-lalu tidak ada perwakilan industry yang menjadi anggota DK. Selain itu, masih banyak persoalan yang belum berhasil dituntaskan seperti masalah AJBB (Asuransi Jiwa Bersama Bumiputra) “ujar HERRIS Mantan petinggi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) itu mengemukakan tantangan dan persoaln yang harus ditandatangani para kandidat yang terpilih salah satunya ialah mempercepat pembahasan dan penerbitan asuransi bersama.

Selain itu, kandidat terpilih juga didorong untuk lebih cekatan dalam merumuskan dan menerbitkan regulasi untuk kemajuan industry jasa keuangan, khususnya industry asuransi. Harapan agar calon anggota pada pengurusan 2017-2022 bisa berkerja lebih baik lagi pada kepegurusan 2017-2022 bisa berkerja lebih baik lagi pada kepengurusan berikutnya juga disampaikan oleh Anggota DPR Komisi XI Hendrawn Supratikono.

Dia berharap mereka yang terpilih nantinya merupakan orang yang kredibel dan kompeten, karena tantangan indutri jasa keuangan yang dihadapi ke depanya akan semakin berat dan kompleks.selain itu, Anggota DK OJK juga diharapkan bisa bertindak lebih tegas dalam melakukan pengawasan, dan menegkan peraturan bagi pihak-pihak yang melakukan penyimpangan.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Yasril Rasyid menyatakan selain intergritas, persyaratan utama lainnya yang harus dipenuhi oleh calon Anggota DK OJK ialah figure yang memiliki kemapuan dan bisa diterima dikalangan industry.

Menurutnya, para pelaku industri pun berharap agar pondasi program peraturan, pengawasan dan perlindungan yang telah dibangun kepengurusan  DK OJK sebelumnya bisa diteruskan dan ditingkatkan untuk memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi para pelaku industri.

Sementara itu, kalangan banker mengharpkan agar pansel OJK memperhatikan keterwakilan indutri perbangkan. Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. (Bank Mandiri) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan perwakilan dari pelaku industri perbankan perlu masuk ke dalam jajarn  dewan komisioner  OJK yang dinilai telah cukup baik menjaga stabilitas dan mendorong pengembangan industri jasa keuangan termasuk perbankan. Namun, lajutnya diperlukan inovasi dan pendekatan baru dalam pengololah industry ini di tengah semakin banyaknya tantangan di sector keuangan.

Diantara tantangan terbesar yang akan dihadapi oleh industry jasa keuangan Indonesia, menurut Kartika, adlah kebutuhan terhadao sumber-sumber pendanaan, upaya untuk memperdalam pasar keuangan, dan desekan untuk merealisasikan konsolidasi perbankan.

Hal-hal itu, lanjutnya, merupakan factor terbesar yang menyebkan sulitnya penurunan suku bunga perbankan, karena industry perbangkan saat ini terfragmentasi.

“ Diharapkan agar ada peluang dari perbangkan, mungkin kalu bisa dapat kesempatan, Ujarnya

 

Sumber : Koran Bisnis Indonesia  Kamis, 9 Februari 2017, oleh : Fitri Sartina Dewi, Ana Noviani &  Farodillah Muqodam redaksi@bisnis.com

More Stories:

Share This

Sebarkan artikel ini dengan komunitas anda!